Samsung Keluarkan Biaya 432 Milyar Setiap Hari untuk Riset

Samsung Logo

Samsung Keluarkan Biaya 432 Milyar Setiap Hari untuk Riset demi Menjaga Kepuasan Pelanggan

 

Samsung keluarkan biaya 432 Milyar setiap hari untuk melakukan riset, sungguh layak diacungi jempol. Dengan riset yang dilakukan secara konsisten, Samsung berhasil membuat teknologinya semakin canggih, menjadikan Samsung tak terkalahkan oleh para pesaingnya. Mengagumkan memang karya dari pihak Samsung yang selalu menerbitkan teknologi terbaru yang memuaskan pelanggan.

Sungguh totalitas dalam melayani pelanggan. Hal ini tak lepas dari usaha pihak Samsung untuk melakukan riset setiap harinya demi menciptakan teknologi terbarunya. Tahukah anda? Berapa dana yang Samsung keluarkan untuk melakukan riset demi pelanggan setianya?

Abraham Pai adalah salah satu Corporate Communication Samsung yang berada di Seoul, Korea Selatan. Ia memaparkan bahwasanya Samsung mengeluarkan dana tak kurang dari USD 33 juta atau senilai dengan Rp. 432 miliar per hari untuk sebuah teknologi terbaru. Angka yang  tidak sedikit mereka keluarkan untuk mengembangkan teknologi yang semakin mempermudah pekerjaan manusia.

Benar memang, tanpa tanggung-tanggung pihak Samsung akan memberikan yang terbaik demi terciptanya kepuasan para pelanggan. Hal ini dibuktikan dengan dikeluarkannya dana yang  tak sedikit itu untuk riset per harinya. Hal ini layak diacungi jempol mengingat produk yang diluncurkan Samsung selalu mendapat bagian di hati konsumen.

“Tidak kurang dari USD 12 miliar setahunnya untuk R & D di 36 lokasi,” jelas dia. Angka USD 12 miliar per tahun yang merupakan 6% dari pendapatan Samsung itu jika dibagi dalam jumlah hari selama setahun jumlahnya memang sekitar USD 33 juta.

Sementara sebanyak 36 lokasi riset itu tersebar di Korea Selatan, China, Amerika Serikat, dan Eropa. “Kami juga memiliki tempat riset di Silicon Valley,” jelas dia.

Sementara itu lokasi yang digunakan untuk riset teknologi tak hanya satu tempat saja. Lokasi riset berjumlah 36 yang tersebar di Korea Selatan, China, Amerika Serikat, dan juga Eropa. Dengan melakukan riset di beberapa Negara maju tentu sangat menguntungkan dari segi peralatan yang sudah memadai untuk digunakan pada era digital yang kian modern ini dibanding melakukan riset pada Negara berkembang. Selain peralatan yang belum memadai, melakukan riset di Negara berkembang tentu memiliki banyak kekurangan seperti tenaga ahli yang dibutuhkan.

Uang sebanyak itu digunakan untuk menunjang 3 divisi Samsung yaitu IT Mobile, Device Solution, dan Consumer Electronic . Barang – barang yang dihasilkan pun merupakan barang yang mungkin sudah kita nikmati sekarang ini seperti Handphone, Tv, mesin cuci, dan berbagai alat elektronik lainnya. Produk unggulannya adalah handphone Samsung atau dikenal juga dengan smartphone.

Namun, siapa yang menyangka bahwa Samsung yang kita kenal sebagai raksasa elektronik sekarang ini mulanya adalah toko ikan, tahu, dan mie pada tahun 1938? Ya, Samsung sendiri baru berkembang menjadi perusahaan elektronik di tahun 1969. Dengan upaya yang tanpa henti mereka lakukan, hingga hari ini produk Samsung sudah tersebar luas bahkan di seluruh penjuru dunia.

Produk elektronik pertama yang diciptakan oleh Samsung adalah televisi, kemudian baru berkembang membuat produk elektronik lainnya seperti kulkas, mesin cuci, smartphone dan lain sebagainya. Dengan bangga, Abraham menyampaikan bahwa kini Samsung telah menjadi rasa alias nomor satu di dunia untuk produk elektronik berupa ponsel dan televisi.

Pencapaian yang amat besar kini telah dirasakan oleh Samsung berupa penjualan sebanyak 5.400 televisi dan 44 ribu ponsel samsungdi seluruh dunia, hal ini ditegaskan oleh Abraham. Samsung sendiri meluas ke 80 negara dengan total lebih dari 325 pekerja. Apakah Anda juga menggunakan produk Samsung?

Image Source: http://www.samsung.com/

Share and Enjoy